Melangkah
ke dunia yang sebelumnya tak pernah gue bayangkan. Benar kata orang-orang yang
telah mengalaminya bahwa dunia tersebut tidak seperti disinetron ataupun
di FTV. Dunia ini adalah gambaran kecil dari kehidupan masyarakat yang
gue sendiri belum memahami sepenuhnya. Gue merasakan keraguan. Terlebih
ketika orang-orang menanyakan tentang alasan gue memilih dunia yang juga
mereka pilih. Apakah gue tersesat? Mungkin, karena sampai saat ini gue belum
mendapatkan jawaban tentang kemelut batin sendiri.
Tantangan
di depan akan semakin sulit, terlebih kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi
dengan batasan waktu. Belum lagi dengan sederet perasaan yang terkadang tidak
sesuai dengan situasi dan kondisi. Semuanya akan membuat keraguan semakin
besar. Pasti akan ada kejenuhan. Dan gue berharap setelah situasi itu, gue bisa mendapatkan aura yang lebih baik dan menemukan jawaban tentang semua
pertanyaan yang sekarang sayapun belum tahu jawabannya.
Setidaknya,
saya belajar dari ini semua. Perjuangan untuk sukses itu sangat sulit. Banyak
yang harus dikorbankan. Banyak tekanan internal maupun eksternal terutama tekanan
batin. Tinggal jauh dari orang-orang
tersayang dan tinggal sendiri di perantauan. Bahkan kadang gue harus mengabaikan
kerinduan disetiap gue benar-benar sedang sendiri.
Kehidupan
di sini begitu keras. Ada beberapa hal yang menjadi kebanggaan seseorang atau
sengaja disombongkan. Gue sedikit terusik dengan itu semua. Kadang gue juga
merasa ingin seperti itu. Tapi ketika gue benar-benrar merenung, itu hanyalah
nafsu sesaat yang mencoba membuat gue goyah. Tak gue pedulikan gengsi-gengsi
yang akhirnya akan menjadi perpecahan di dalam diri gue sendiri.
Yang
gue perjuangkan sekarang ini bukan hanya mimpi-mimpi gue sendiri. Tetapi
dibalik itu semua gue punya tanggung jawab yang lebih besar. Tangung jawab
yang nantinya akan dipertanyakan. Dan semua itu menyangkut nama baik keluarga
besar. Gue tidak mungkin menorehkan keburukan sekecil apapun pada nama baik
keluarga gue yang telah dibangun oleh para leluhur kami.
Perjalanan
masih panjang. Ujian yang lebih berat pun akan semakin banyak, dan gue harus
siap menghadapinya. Gue yakin kesuksesan telah menunggu di depan sana. Gue tinggal mengambilnya dengan segenap kesungguhan, usaha dan doa. Gue akan
membuat orang-orang yang selama ini mencibir gue dan orangtua gue bungkam.
Gue akan membuat orang-orang yang memuji dan mendoakan gue bangga. Satu yang
tak prnah gue lupakan bahwa Tuhan itu maha segalanya. Dia yang tahu tentang
kehidupan gue, dan Dia yang berkuasa atas diri gue. Gue bisa sampai pada
tahap ini adalah karena inilah kehendak dan karuniaNya. “Apapun niat baik yang
kita lakukan demi kebahagiaan orang lain, niscaya Tuhan akan selalu
merestuinya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar