Sabtu, 06 September 2014

Let's See The Real Life



Melangkah ke dunia yang sebelumnya tak pernah gue bayangkan. Benar kata orang-orang yang telah mengalaminya bahwa dunia tersebut tidak seperti disinetron ataupun di FTV. Dunia ini adalah gambaran kecil dari kehidupan masyarakat yang gue sendiri belum memahami sepenuhnya. Gue merasakan keraguan. Terlebih ketika orang-orang menanyakan tentang alasan gue memilih dunia yang juga mereka pilih. Apakah gue tersesat? Mungkin, karena sampai saat ini gue belum mendapatkan jawaban tentang kemelut batin sendiri.
Tantangan di depan akan semakin sulit, terlebih kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi dengan batasan waktu. Belum lagi dengan sederet perasaan yang terkadang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi. Semuanya akan membuat keraguan semakin besar. Pasti akan ada kejenuhan. Dan gue berharap setelah situasi itu, gue bisa mendapatkan aura yang lebih baik dan menemukan jawaban tentang semua pertanyaan yang sekarang sayapun belum tahu jawabannya.
Setidaknya, saya belajar dari ini semua. Perjuangan untuk sukses itu sangat sulit. Banyak yang harus dikorbankan. Banyak tekanan internal maupun eksternal terutama tekanan batin. Tinggal  jauh dari orang-orang tersayang dan tinggal sendiri di perantauan. Bahkan kadang gue harus mengabaikan kerinduan disetiap gue benar-benar sedang sendiri.
Kehidupan di sini begitu keras. Ada beberapa hal yang menjadi kebanggaan seseorang atau sengaja disombongkan. Gue sedikit terusik dengan itu semua. Kadang gue juga merasa ingin seperti itu. Tapi ketika gue benar-benrar merenung, itu hanyalah nafsu sesaat yang mencoba membuat gue goyah. Tak gue pedulikan gengsi-gengsi yang akhirnya akan menjadi perpecahan di dalam diri gue sendiri.
Yang gue perjuangkan sekarang ini bukan hanya mimpi-mimpi gue sendiri. Tetapi dibalik itu semua gue punya tanggung jawab yang lebih besar. Tangung jawab yang nantinya akan dipertanyakan. Dan semua itu menyangkut nama baik keluarga besar. Gue tidak mungkin menorehkan keburukan sekecil apapun pada nama baik keluarga gue yang telah dibangun oleh para leluhur kami.
Perjalanan masih panjang. Ujian yang lebih berat pun akan semakin banyak, dan gue harus siap menghadapinya. Gue yakin kesuksesan telah menunggu di depan sana. Gue tinggal mengambilnya dengan segenap kesungguhan, usaha dan doa. Gue akan membuat orang-orang yang selama ini mencibir gue dan orangtua gue bungkam. Gue akan membuat orang-orang yang memuji dan mendoakan gue bangga. Satu yang tak prnah gue lupakan bahwa Tuhan itu maha segalanya. Dia yang tahu tentang kehidupan gue, dan Dia yang berkuasa atas diri gue. Gue bisa sampai pada tahap ini adalah karena inilah kehendak dan karuniaNya. “Apapun niat baik yang kita lakukan demi kebahagiaan orang lain, niscaya Tuhan akan selalu merestuinya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar