Sekarang semuanya semakin rumit. Mencoba untuk keluar dari apa yang
tengah terjadi bukanlah sebuah solusi yang tepat, malah itu akan memperparah
keadaan. Apakah gue takut? Ya, itu benar. Begitu menakutkan hingga gue nggak bisa mengambil sebuah keputusan dari setiap masalah yang sebenarnya itu tidak
begitu besar. Manusia memang ditakdirkan untuk hidup bermasyarakat walaupun
sebenarnya ia adalah makhluk individual. Rasa tidak nyaman ketika begitu banyak
orang, keramaian hingga kegaduhan membuat gue enggan unuk mencoba
menghilangkan rasa tidak suka itu. Lagi-lagi gue dikuasai oleh rasa takut gue. Ketika dosen gue bilang bahwa ketika seseorang begitu terpuruk hanya
karena masalah kecil, berarti dirinya itu begitu kecil. Di situ gue berpikir
bahwa diri gue tidak jauh berbeda dengan apa yang dideskripsikan oleh dosen gue. Gue hanya asik dengan dunia gue dan tidak mengijinkan siapapun untuk masuk ke
dalamnya. Padahal sekarang semuanya berubah. Kenyataan semakin mendesak gue seolah hendak mengatakan bahwa sesungguhnya apa yang gue lakukan sekarang ini
adalah sebuah kesalahan besar. Rasa takut terhadap hal-hal yang mungkin
sebenarnya menyenangkan dan memberikan begitu banyak pelajaran itu adalah
tindakan bodoh. Mungkin di luar sana ada guru-guru terbaik yang akan memberikan
pengalaman luar biasanya sebagai pendewasaan diri. Mungkin juga di luar sana
begitu banyak orang-orang yang tersesat dan sedang berusaha untuk menuju satu
titik dimana semuanya akan baik-baik saja. Itu sering gue renungkan tetapi tak
pernah sedikitpun terpikir untuk menyelaminya. Dan sekarang, gue mulai sadar.
Ada orang-orang yang menginginkan gue untuk bersama dengan mereka. Dan gue sedang berusaha untuk melawan ketakutan gue dan bersedia untuk selalu bersama
dengan mereka entah itu dalam keheningan
atau keramaian sekalipun.